SELAYANG PANDANG DESA CIAWIGAJAH KECAMATAN BEBER KABUPATEN CIREBON


A. VISI DAN MISI

1. VISI

”AMANAH DAN PROFESIONAL MENUJU MASYARAKAT ADIL DAN SEJAHTERA”

2. MISI

a.TERWUJUDNYA PEMERINTAHAN DESA YANG DAPAT DIPERCAYA DAN MAMPU MELAKSANAKAN TUGAS SEBAGAI PELAKSANA PROGRAM
PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH DALAM RANGKA MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT.
b.TERWUJUDNYA PEMERINTAHAN YANG DAPAT MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT SECARA CEPAT, TEPAT DAN PROFESIONAL
c.TERWUJUDNYA KONDISI MASYARAKAT YANG KONDUSIP, AMAN, TENTRAM, ADIL DAN SEJAHTERA.

B. GAMBARAN UMUM

Secara geografis bahwa Desa Ciawigajah terletak paling selatan dari ibu kota Kabupaten Cirebon yang berbatasan langsung dengan desa wilayah Kabupaten Kuningan. Adapun orbitasi jarak dengan pusat-pusat pasilitas kota adalah sebagai berikut :
a.Ibu Kota Kecamatan : 6 km
b.Ibu Kota Kab upaten : 27 km
c.Ibu Kota Propinsi : 158 km
d.Ibu Kota Negara : 277 km

Desa Ciawigajah memiliki luas wilayah 392.1494 ha, terdiri dari tanah permumahan dan pekarangan 99,2840 ha, persawahan 283.0075 ha, lain-lain 9.8579 ha, dengan memiliki batas-batas sebagai berikut :
1.Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Cibuntu Kabupaten Kuningan
2.Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Panambangan Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon
3.Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Sindang Hayu Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon.
4.Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Timbang Kabupaten Kunigan.

Sebagai desa perbatasan dengan Kabupaten Kuningan, maka Desa Ciawigajah secara tofografinya tergolong wilayah dataran tinggi dengan ketinggian dari permukaan ari laut 508 m, curah hujan 200 s/d 400 mm/th dan suhu udara rata-rata 24 s/d 32 oc.

C. KEKAYAAN DESA

a. Tanah kas desa
1) Bengkok 30.5 ha
2) Titisara 25.7311 ha
3) Pangonan 1.4200 ha
4) lain-lain 5.6537 ha
b. Peruntukan Tanah
1) Jalan 3.6000 km
2) Sawah 199.0075 ha
3) Bangunan Umum 3.9560 ha
4) Pemukiman/Perumahan 100.2078 ha
5) Pekuburan 3.5000 ha
6) Perkantoran 0.5910 ha
7) Lain-lain 5.6537 ha

D. KEPENDUDUKAN

Desa Ciawigajah hingga bulan Desember tahun 2005 berpenduduk 6747 jiwa terdiri dari 3547 laki-laki, 3200 perempuan. Adapun jumlah Kepala Keluarga/KK 1542 KK.

E. EKONOMI

Desa Ciawigajah masyarakatnya masih diliputi semangat gotong royong yang kuat dan pola kekerabatan yang rapat, hal ini terlihat dalam beberapa kegiatan pembangunan yang melibatkan masyarakat, seperti perbaikan jalan, sarana ibadah, rumah tidak layak huni dan lain-lain. Namun tentunya seiring dengan perkembangan zaman orientasi ekonomi dalam segala tindakan masyarakat sudah mulai muncul, setiap pekerjaan yang dilakukannya harus dihitung secara ekonomi, sehingga istilah kerja bhakti dan gotong royong dirasakan tidak seperti dulu lagi, saat ini semangat gotong royong sudah mulai terkikis.

Kondisi masyarakat yang cenderung untuk mengadu nasib diperantauan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, ini berdampak positif pada kemajuan ekonomi keluarga. Akan tetapi dampak negatif yang muncul adalah terjadinya akulturasi budaya dan nilai serta orientasi hidup yang cenderung materialistis yang berakibat pada susahnya mencari generasi muda sebagai kader-kader pembangunan yang siap mengabdi pada masyarakat desa.

F. PENDIDIKAN

Pendidikan adalah salah satu tolak ukur kemajuan suatu kondisi masyarakat, semakin banyak masyarakat yang dapat mengenyam pendidikan dan semakin tinggi pendidikan yang ditempuhnya maka kwalitas masyarakat itupun akan meningkat. Adapun fasilitas pendidikan yang ada di Desa Ciawigajah seperti, 3 buah TK, 2 buah MD, 3 buah SDN, 1 buah MTs dan 1 buah Pondok Pesantren.

Dalam kaitannya dengan kesadaran pendidikan, rata-rata masyarakat baru menyadari sampai pada tingkat pendidikan dasar 9 tahun. Sedangkan untuk pendidikan tingkat menengah atas dan pendidikan tinggi masih kurang dari standar mengingat biaya yang harus dikeluarkan cukup besar dan tidak terjangkau oleh sebagian besar ekonomi masyarakat.

Selain itu adat istiadat dan budaya daerah masih terlihat disebagian masyarakat, seperti seni genjring, kosidah dan lain-lain. Akan tetapi proses akulturasi dan westernisasi nilai-nilai dan budaya juga tidak dapat dihindari untuk masuk dan merambah keseluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu tidaklah mengherankan bila pada sebagian masyarakat terutama kalangan remaja, pegangan terhadap standar etika dan nilai-nilai agama dan budaya sudah mulai longgar, artinya sudah ada kecendurungan bahkan bangga meniru budaya-budaya barat yang tidak sesuai dengan etika, nilai agama, adat-istidat dan budaya timur.

Secara kwantitatif sebagian besar masyarakat Desa Ciawigajah telah menikmati pendidikan baik formal maupun non formal.

G. KESEHATAN

Peran serta kader-kader kesehatan dalam upaya memantau dan memberikan pembinaan tentang kesehatan balita secara langsung dapat dirasakan oleh masyarakat, dengan jumlah posyandu 6 buah dan 36 orang kader serta sasaran usia balita 0 s/d 5 tahun sebanyak 759 jiwa.

Aspek pemenuhan gizi digunakan indikator status gizi balita dengan pertimbangan status gizi balita dapat digunakan untuk mengetahui status gizi masyarakatnya. Status gizi balita di Desa Ciawigajah termasuk gizi baik 60 %. Tingginya status gizi baik di desa Ciawigajah hal ini karena masyarakat sangat memperhatikan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Aspek Kesehatan lingkungan yaitu perumahan dan penggunaan air bersih menunjukan peningkatan yang cukup signifikan, program perbaikan rumah tidak layak huni yang sudah berjalan selama dua tahun mendapat dukungan penuh dari kalangan masyarakat hal ini dapat terlihat partisipasinya melalui swadaya yang diberikan baik secara materi maupun tenaga. Demikian pula halnya munculnya penggunaan air bersih melalui sumur-sumur gali atau mata air untuk kebutuhan rumah tangga.

H. PEMERINTAHAN

Pemerintahah Desa Ciawigajah terdiri dari
1. Kuwu dan Perangkat Desa (12 orang)
2. Badan Permusyawaratan Desa (10 orang)
3. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) (12 orang)
4. Tim Penggerak PKK (15 orang)
5. Pengurus Karang Taruna (10 orang)
6. Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM)
7. Ketua Rukun Warga/RW (12 orang)
8. Ketua Rukun Tetangga/RT (29 orang)
9. Linmas (10 orang)

H. HAMBATAN – HAMBATAN DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA

Dalam pelaksanaan program kegiatan pemerintahan desa ada beberapa faktor yang dapat menghambat kelancaran program pemerintahan desa yaitu :
1.Pemahaman reformasi yang keliru, sehingga munculnya sikap-sikap kritis dengan dalih reformasi yang tanpa dasar.
2.Akulturasi budaya dan westernisasi berakibat pada penurunan moral dan etika masyarakat khususnya kalangan remaja
3.Rendahnya Sumber Daya Manusia pada sebagian lembaga-lembaga kemasyarakatan
4.Budaya gotong royong sebagai ciri khas masyarakat desa sudah mulai berkurang seiring dengan perkembangan zaman
yang menganut faham skuler dan materialis.
5.Keterbatasan biaya dalam pelaksanaan program pembangunan sekaligus dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat
6.Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memberikan dampak penurunan kemampuan sebagian daya beli masyarakat
sehingga berdapak pada kurangnya swadaya masyarakat.
7.Tidak tersedianya lapangan kerja yang layak dan cukup bagi masyarkat desa sehingga banyak masyarakat yang merantau
untuk mencukupi kebutuhan ekonominya, hal ini berdampak pada susahnya mencari kader-kader dalam pelaksanaan program
pemerintahan desa
8.Munculnya apatisme masyarakat terhadap program pemerintahan desa
9.Masih tingginya tingkat pengangguran sebagai akibat dari tidak berimbangnya antara lapangan kerja dengan peningkaan
angkatan kerja, ditambah lagi dengan korban-korban PHK.
10.Sumber Daya Manusia yang rata-rata baru sampai pada Pendidikan SD dan SLTP, mengingat lokasi SLTA yang jauh
sehingga memerlukan biaya transportasi yang cukup membebani orang tua

I. PENUTUP

Pemerintahan Desa Ciawigajah, sebagai penanggungjawab dan pelaksana pemerintahan di tingkat desa yang memberikan pelayanan secara langsung pada masyarakat, maka dengan segala keterbatasan dan kemampuan yang dimiliki, sangat menyadari akan kekurangan dan kehilafannya. Akan tetapi kami tetap berharap mudah-mudahan apa yang telah dilaksanakan dapat bermanfaat bagi seluruh warga masyarakat. Dan kita jadikan pengalaman sebagai guru yang dapat memperbaiki segala kekurangan dan kehilafan.

Untuk meningkatkan kinerja pemerintahan desa dalam pelaksanaan program penyelenggaraan pemerintahan, saran dan kritik yang konstruktif serta dukungan dari berbagai fihak sangat kami harapkan demi terwujudnya masyarakat desa Ciawigajah yang aman, tentram, adil dan sejahtera.

Atas segala kekurangan dan keterbatasan kami dalam melaksanakan tugas dan penyusunan laporan ini kami mohon maaf yang sebesar-besarnya dan agar menjadi maklum.

About these ads

Posted on 1 Maret 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 272 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: